Jumat, 21 November 2025

HIDANGAN YANG TURUN DARI LANGIT

 

Dalam Al-Qur’an ada surat yang bernama Al-Maidah yang berarti “hidangan”. Penamaan surat ke-5 dalam Al-Qur’an tersebut merupakan bentuk pengabadian mukjizat Nabi Isa, yakni hidangan yang bukan dibuat oleh manusia, melainkan turun dari langit. Kisahnya termuat dalam Surat Al-Maidah ayat 112-115.

112.  (Ingatlah) ketika pengikut-pengikut Isa berkata, “Hai Isa putra Maryam, bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab, “Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman”.

113.  Mereka berkata. “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami, dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”.

114.  Isa putra Maryam berdoa. “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan mejadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama”.

115.  Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu; barang siapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia”.

Nabi Isa adalah nabi yang diutus kepada Bani Israil. Ia lahir dari seorang gadis suci yang belum pernah disentuh laki-laki, Maryam namanya. Ia mengandung dan melahirkan anak tanpa ayah memang kehendak Allah.

Isa diutus sebagai nabi pada usia 30 tahun. Ia menerima tugas tersebut di Bukit Zaitun. Setelah diutus oleh Allah, Nabi Isa kemudian menyampaikan ajaran Allah kepada Bani Israil yang sudah menyimpang dari ajaran Nabi Musa. Seperti halnya nabi-nabi lain, kaumnya pun ada yang mau menerima dan tidak sedikit yang menolak ajakan Nabi Isa agar tidak memutarbalikkan hukum-hukum yang telah diturunkan Allah.

Selama menjadi nabi, Isa diberi banyak mukjizat oleh Allah, seperti membuat benda dari tanah yang berbentuk seperti burung lalu ditiupnya benda tersebut dan jadilah ia seekor burung; dapat menyembuhkan orang yang buta sejak lahir; dapat menyembuhkan orang yang berpenyakit sopak (kusta); dapat menghidupkan orang mati atas izin Allah; dan mengetahui rahasia yang dimakan dan disimpan oleh orang lain. Bahkan ia bisa berbicara dengan orang lain saat masi dalam buaian

Mukjizat lain yang dimiliki oleh Nabi Isa adalah turunnya hidangan dari langit. Mukjizat yang dijadikan sebagai nama surat dalam Al-Qur’an ini bermula ketika para pengikut setia Nabi Isa, yakni orang-orang Hawariyun, meminta satu bukti kekuasaan Allah kepada Nabi Isa, sekaligus bukti penguat tentang kebenaran dan kedekatannya dengan Allah.

Orang-orang Hawariyun berkata, “Hai Isa putra Maryam, bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” 

Mendengar permintaan orang-orang Hawariyun, Nabi Isa menjawab, “Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman”.

“Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami, dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”.

Mendapat desakan para pengikutnya, Nabi Isa akhirnya mengabulkan permohonan mereka. Nabi Isa kemudian berdoa kepada Allah, memohon agar berkenan menurunkan hidangan dari langit.

“Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. Beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama”.

Allah sebagai Dzat Maha Pengasih, berkenan mengabulkan permohonan Nabi Isa untuk para pengikut setianya.

Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu.

Namun demikian, Allah mengancam kepada orang-orang Hawariyun, jika di antara mereka ada yang ingkar dan tidak pandai bersyukur kepada-Nya, maka Allah akan memberikan siksaan yang tidak pernah diberikan kepada umat sebelumnya sebagaimana disebut dalam Surat Al-Ma’idah ayat 115.

Barang siapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia”.

Tentang permintaan orang-orang Hawariyun, menurut Ibnu Katsir, sebagian ulama mengatakan bahwa mereka meminta hidangan itu adalah untuk memenuhi kebutuhan dan karena kemiskinannya. Akan tetapi Ibnu Katsir sendiri dalam tafsirnya  menerangkan tentang turunnya hidangan tersebut dari riwayat Ibnu Abbas, Salman al-Farisi, Ammar bin Yasar dan beberapa ulama salaf lainnya bahwa Nabi Isa telah memerintahkan pengikutnya, orang-orang Hawariyun, untuk melaksanakan ibadah puasa. Mereka meminta kepada Nabi Isa agar Tuhan menurunkan hidangan makanan dari langit sebagai makanan dan santapan bagi mereka, sehingga mereka menjadi tenang, karena Allah telah menerima amal ibadah puasa mereka selama tiga puluh hari dan juga mengabulkan permohonan mereka. Selain itu, menurut mereka, hidangan itu dapat menjadi hidangan mereka di hari raya yang dapat mencukupi segala kebutuhan mereka, baik untuk orang dewasa maupun anak kecil, laki-laki maupun perempuan, orang kaya maupun miskin dan sebagainya.

 

Daftar Acuan 

 

Departemen Agama RI. 2004. Al-Qur'an dan Terjemahan-nya: Al-Jumanatul 'Ali, Seuntai Mutiara yang Mahaluhur. Bandung: J-Art

Ibnu Katsir. 2015. Qishashul Anbiya’ (Kisah Para Nabi). Terjemahan: Moh. Syamsi Hasan. Surabaya: Amelia..

Labib MZ. dan Maftuh Ahnan. 1983. Mutiara Kisah 25 Nabi Rasul. Gresik: CV. Bintang Pelajar.

Muhammad Ali Ash-Shabuny. 2002. Cahaya Al-Qur’an, Tafsir Tematik Surat Al-Baqarah - Al-An’am. Jilid 1. Cetakan ke-2. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Octavia Pramono. 2013. Mereka Tak Pernah Mati, Kisah Orang-orang Sholeh yang Dihukum Mati & yang Terbunuh. Bantul-Yogyakarta: In Azna Books.

Siti Zainab Luxfiati. 2007. Cerita Teladan 25 Nabi. Jilid 2. Jakarta: Dian Rakyat.

https://www.facebook.com/notes/mulyono-atmosiswartoputra/al-maidah-hidangan/10208214563983993/

Tidak ada komentar :